Rabu, 06 Februari 2013

cuek itu mahal


Ø “CUEK itu MAHAL” ya itulah kata yang keluar dari mulut temanku (Asri Pangestuti) setelah aku minta pendapat padanya tentang diriku di suatu siang di sebuah kamar di Pondok Mambaul Ulum Putri (PPMU Pi) Kajen Margoyoso Pati.

Ø Kebanyakan santri PPMU Pi yang mengenalku hanya sebatas nama (tidak akrab) bahkan yang akrab sekaipun,bilang kalau cuek.hehe…..

Ø Baiklah kembali ke suatu siang, ketika aku bertanya kepada asri dia menjawab kalau aku itu “tidak cuek” tapi selang beberapa menit kemudian dia berkata “ketika aku belum mengenalmu lebih dalam (akrab) memang kamu terlihat cuek” nah setelah itu dia bilang cuek itu mahal karena lebih menyimpan tekateki misterius.

Ø Baiklah kali ini yang saya bahas bukan tentang diri saya,tapi tentang diri cuek ,ups! Masak cuek punya diri? Haha maksudnya tentang sifat cuek.

Ø Cuek merupakan sifat tidak peduli terhadap sesuatu

Ø Menurutku ada manfaat dan madhorot tersendiri dari sifat cuek. Semisal kamu dihina seseorang,dengan sifat cuek tersebut kamu tidak memanjang lebarkan masalah, bahkan mungkin kamu tidak pernah berfikir untuk membalas si penghina tersebut, karena dalam hal ini kamu berfikir kalau urusan itu urusan kamu sendiri “ngapain loe ikut campur? Masalah buat loe? Haha” ,dengan cuek masalah menjadi beres dan semuanya akan baik-baik saja iya to……..^_^

Ø Kalau madhorot dari sifat cuek misalnya……..
disuatu ujian/tes kamu mendapat hasil ujian dengan nilai rendah. Seandainya dalam hal ini kamu cuek dengan nilaimu yang rendah itu…….
Hemmmmm semuanya pasti akan hancur! Lebih-lebih kalau kamu berfikir “nilai itu tidak penting” ya memang sih nilai itu tidak penting dan yang lebih penting kamu faham pelajaran dan ilmunya,tapi nilai terkadang mencerminkan pemahaman tentang ilmu tersebut. Benerkan…..

Ø Jadi buat teman-teman yang memiliki sifat cuek sebaiknya tempatkan cuek tersebut pada tempat yang pas dan tepat. Juga….jangan asal-asalan menempatkan cuek di tempat yang seharusnya kamu tidak boleh cuek. Oke! ^_^









                                                                   (Umi Afifah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar